Sembilan Kesepakatan Strategis Hasil Pertemuan Menteri Pendidikan se-ASEAN ke-14 di Singapura
Singapura, RuangVeritas.com – Pertemuan Menteri Pendidikan se-ASEAN ke-14 (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) yang berlangsung di Singapura, Rabu (22/7/2026), menghasilkan sembilan kesepakatan strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan di kawasan ASEAN. Pertemuan yang dipimpin Menteri Pendidikan Singapura, Y.M. Desmond Lee, mengusung tema “Strengthening ASEAN through Education” atau Memperkuat ASEAN melalui Pendidikan.
Berbagai kesepakatan tersebut menegaskan komitmen negara-negara ASEAN dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kolaborasi regional, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan global.
Berikut sembilan poin penting hasil Pertemuan Menteri Pendidikan se-ASEAN ke-14:
1. Pengesahan ASEAN Work Plan on Education (AWPE) 2026–2030
Para menteri menyepakati Rencana Kerja Pendidikan ASEAN (AWPE) 2026–2030 sebagai panduan kerja sama pendidikan selama lima tahun ke depan. Dokumen tersebut memuat enam hasil utama (key outcomes), 28 tujuan program, dan 145 kegiatan yang akan dilaksanakan secara kolaboratif oleh negara-negara anggota ASEAN.
2. Deklarasi ASEAN tentang Pembelajaran Fondasional
Pertemuan menyepakati Deklarasi ASEAN tentang Pembelajaran Fondasional yang menitikberatkan pada penguatan literasi, numerasi, serta keterampilan sosial dan emosional peserta didik. Deklarasi tersebut direncanakan akan diadopsi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 pada November 2026.
3. Pembentukan ASEAN GEMS Plus
ASEAN juga menyepakati pembentukan ASEAN Global Exchange for Mobility and Scholarship Plus (GEMS Plus). Inisiatif ini mengintegrasikan program mobilitas mahasiswa, hibah penelitian, serta platform Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) guna memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi di kawasan ASEAN.
4. Pendirian ASEAN Centre of Excellence for Teachers (ACTED)
Pertemuan menyetujui pembentukan ASEAN Centre of Excellence for Teachers (ACTED) sebagai pusat pengembangan kompetensi guru di kawasan ASEAN. Program ini diprioritaskan untuk mendukung peningkatan kapasitas guru pemula serta pendidik yang bertugas di wilayah pedesaan.
5. Penguatan Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital
Negara-negara ASEAN juga berkomitmen memperluas pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan untuk meningkatkan akses dan kualitas pembelajaran. Pemanfaatan teknologi tersebut tetap mengedepankan prinsip etika, kesetaraan, perlindungan peserta didik, dan pendidik.
6. Penanganan Anak dan Remaja Putus Sekolah
Pertemuan mengadopsi pembaruan Kerangka Acuan Kelompok Kerja ASEAN tentang Anak dan Remaja Putus Sekolah. Kelompok kerja tersebut akan melanjutkan pembahasan berbagai strategi penanganan di bawah kepemimpinan Brunei Darussalam.
7. Penguatan Program Beasiswa Intra-ASEAN
Program Beasiswa Intra-ASEAN saat ini memasuki tahap transisi menuju pengembangan GEMS Plus. Inisiatif tersebut diharapkan semakin memperkuat mobilitas mahasiswa, meningkatkan saling pengertian antarnegara, serta memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi di kawasan ASEAN.
8. Penguatan Kemitraan ASEAN–Tiongkok
Para menteri menyepakati pembahasan lanjutan atas usulan Republik Rakyat Tiongkok untuk menyelenggarakan Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN–Tiongkok beserta mekanisme pertemuan pejabat senior sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan kedua belah pihak.
9. Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN Berikutnya
Pertemuan juga menetapkan bahwa Pertemuan Menteri Pendidikan se-ASEAN ke-15 (15th ASED) akan diselenggarakan pada tahun 2028 di bawah keketuaan Brunei Darussalam.
Melalui berbagai kesepakatan tersebut, ASEAN memperkuat komitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berdaya saing. Kerja sama regional diharapkan mampu mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda ASEAN yang siap menghadapi tantangan masa depan.





