Pendidikan

SNT 3 OIKN Jadi Ruang Baru bagi Murid Berprestasi Mengembangkan Potensi

RuangVeritas.com – Tahun ajaran 2026/2027 menjadi awal perjalanan baru bagi 82 murid yang bergabung di Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 3 Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Terdiri atas 41 murid jenjang SMP dan 41 murid jenjang SMA, para peserta didik tersebut mengawali aktivitas pendidikan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan terintegrasi di kawasan Nusantara. Menariknya, sebagian murid yang diterima telah memiliki berbagai catatan prestasi dari sekolah asal, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Salah satunya adalah Davina Ruth Stefany Simamora, murid SMA SNT 3 OIKN yang sebelumnya menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Lomba Menyanyi Solo Tingkat Provinsi 2025 serta meraih predikat Putri Duta Lingkungan Hidup 2024.

Bagi Davina, pencapaian tersebut memiliki arti lebih dari sekadar penghargaan. Setiap kompetisi yang diikuti menjadi proses untuk mengenali kemampuan diri sekaligus membangun keberanian untuk terus berkembang.

“Bagi saya, prestasi tersebut bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membuat saya lebih percaya diri dan terus ingin mengembangkan kemampuan saya,” ujar Davina, Kamis (13/8).

Ketertarikan Davina terhadap SNT 3 OIKN berawal dari informasi yang diperolehnya dari guru bahasa Inggris yang sebelumnya mengajar di sekolah asalnya. Ia kemudian melihat SNT sebagai kesempatan untuk mendapatkan suasana belajar yang berbeda sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris.

“Saya memilih SNT karena saya ingin mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta mengembangkan potensi dan bakat yang saya miliki yaitu bernyanyi,” katanya.

Cerita tentang prestasi juga datang dari Matthew Gerald Jordan Situmorang. Selama tiga tahun menekuni kompetisi paduan suara, Matthew telah mengoleksi sejumlah penghargaan, antara lain Gold Medal pada Bali International Choir Festival (BICF) 2023, Silver Medal pada Soegijapranata International Choir Competition (SICC) 2024, serta Gold Medal dalam International Bandung Choir Festival (IBCF) 2025.

Tidak hanya aktif dalam bidang seni, Matthew juga memiliki pengalaman di bidang akademik. Ia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2024 dan berhasil menempati peringkat keenam tingkat provinsi.

Keputusan Matthew bergabung dengan SNT 3 OIKN didorong ketertarikannya terhadap lingkungan belajar yang menawarkan dukungan pendidikan serta fasilitas yang modern dan lengkap. Ia melihat kondisi tersebut sebagai kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan harapannya.

“Suatu berkat bagi saya dapat diterima di sekolah yang memiliki guru yang semuanya dapat berbahasa Inggris dan dengan sarana prasarana sekolah yang lengkap ini sangat memenuhi ekspektasi saya,” ungkap Matthew.

Sebagai bagian dari angkatan pertama SNT di kawasan OIKN, SNT 3 memiliki tantangan sekaligus peluang untuk membangun budaya pendidikan sejak awal. Kepala SNT 3 OIKN, Fatimatus Zuhra, optimistis sekolah tersebut dapat berkembang menjadi salah satu pusat rujukan pendidikan berkualitas di kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Saya optimis SNT 3 OIKN akan dapat berjalan sesuai visi misi Bapak Presiden dan menjadi sekolah rujukan untuk sekolah-sekolah sekitarnya dan untuk SNT lainnya se-Indonesia,” tutur Fatimatus.

Keberadaan SNT sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Model sekolah ini diarahkan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang terintegrasi dengan dukungan sarana, pembelajaran, serta pengembangan potensi peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan kehadiran SNT merupakan bentuk pelaksanaan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan.

“Sekolah Nasional Terintegrasi ini merupakan pelaksanaan dari arahan Bapak Presiden untuk kita memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dalam rangka membangun generasi dan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujar Abdul Mu’ti saat membuka MPLS SNT angkatan pertama dalam kesempatan terpisah.

Dengan latar belakang dan potensi yang beragam, 82 murid SNT 3 OIKN kini memulai babak pendidikan baru di Nusantara. Prestasi yang telah mereka raih menjadi bekal awal, sementara lingkungan belajar yang baru diharapkan membuka lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan, mencoba pengalaman baru, serta menghasilkan karya yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan bangsa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button