Wamendikdasmen Tekankan Kolaborasi Antarinstansi untuk Sukseskan Program Sekolah Rakyat
Lebak, Banten, 1 Juni 2026 – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Program Sekolah Rakyat (SR). Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan ke Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten sekaligus berdialog dengan peserta didik dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat SMA 34 Lebak.
Dalam kesempatan itu, Fajar menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah nyata pemerintah dalam menghadirkan kesempatan belajar yang lebih merata sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pendidikan.
Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang masa depan yang lebih baik dan menjadi sarana efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Melalui Sekolah Rakyat, negara berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Fajar, Minggu (31/5).
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat SMA 34 Lebak, Candra Lestiantara Budiharja, menjelaskan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini menampung 100 siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak. Mayoritas peserta didik berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan yang sebelumnya menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses pendidikan.
Menurut Candra, berbagai upaya yang dilakukan bersama para pemangku kepentingan membuahkan hasil positif. Salah satunya adalah keberhasilan SR SMA 34 Lebak meraih predikat tata kelola terbaik kedua di tingkat nasional di antara seluruh Sekolah Rakyat yang beroperasi di Indonesia.
Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari unit pelaksana teknis Kemendikdasmen, BPMP Provinsi Banten, pemerintah daerah, hingga sejumlah mitra yang turut mendukung penyelenggaraan program.
Dalam dialog bersama siswa, Fajar turut berbagi kisah perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Ia menceritakan pengalaman masa kecil saat membantu ibunya berjualan gorengan dari kampung ke kampung, hingga perjuangan sang ibu yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia demi membiayai pendidikan keluarga.
Melalui pengalaman tersebut, ia ingin menanamkan keyakinan kepada para siswa bahwa keterbatasan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghalang dalam meraih impian.
“Yang menentukan masa depan bukan kondisi saat ini, melainkan semangat belajar, kerja keras, dan ketekunan dalam menjalani proses,” tuturnya.
Fajar juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai jalur dukungan agar lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sejumlah program bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Garuda, Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen, dan berbagai skema beasiswa lainnya, dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan capaian akademik siswa.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya menyediakan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga akan memberikan pendampingan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui jalur afirmasi maupun prestasi.
Ia menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi merupakan bagian dari arahan pemerintah agar manfaat Program Sekolah Rakyat dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.
“Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan terbuka lebar. Pemerintah telah menyiapkan berbagai dukungan agar siswa Sekolah Rakyat dapat terus melangkah hingga perguruan tinggi,” kata Fajar.
Sebagai motivasi tambahan, ia mendorong para siswa untuk terus meningkatkan prestasi dan memanfaatkan peluang beasiswa yang tersedia, termasuk untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister maupun doktoral.
Selain bertemu dengan siswa, Wamendikdasmen juga menerima berbagai masukan dari tenaga kependidikan terkait pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Menanggapi sejumlah aspirasi tersebut, ia menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga guna menyempurnakan berbagai aspek penyelenggaraan program.
Fajar menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat dijalankan melalui kolaborasi sejumlah kementerian sesuai tugas dan kewenangannya. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Sosial bertanggung jawab terhadap pengelolaan program, sementara Kemendikdasmen memberikan dukungan pada aspek kurikulum, penyediaan tenaga pendidik, serta penguatan mutu pembelajaran.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik. Pengembangan karakter, kemampuan kepemimpinan, serta keterampilan sosial juga menjadi bagian penting yang perlu dibangun melalui berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sikap disiplin, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan akan menjadi modal berharga bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Di akhir kunjungan, Fajar berharap Program Sekolah Rakyat mampu mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing. Ia juga berharap para lulusan program tersebut dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.





