Wamenkes: CKG Bantu Driver Gojek Deteksi Penyakit Lebih Dini
Bandung, 19 Mei 2026 – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak dini melalui pemeriksaan rutin. Menurutnya, pola pikir masyarakat perlu berubah dari sekadar mengobati penyakit menjadi mencegah dan mendeteksi risiko kesehatan lebih awal.
Hal tersebut disampaikan Wamenkes Dante saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi mitra pengemudi Gojek di kantor GoTo Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5). Program kolaborasi antara Kementerian Kesehatan dan Gojek tersebut dijalankan di 17 kota di Indonesia selama periode Februari hingga Desember 2026.
Dalam keterangannya, Dante menjelaskan bahwa kerja sama dengan sektor swasta menjadi langkah strategis agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk para pengemudi yang memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi setiap hari.
Ia menyebutkan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif pemerintah untuk mendeteksi berbagai penyakit lebih dini, khususnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Program CKG komunitas GoTo sendiri telah mulai berjalan sejak 2025. Hingga April 2026, tercatat sebanyak 1.141 peserta telah mengikuti layanan kesehatan tersebut di wilayah Jakarta dan Palembang. Memasuki Mei 2026, program diperluas ke sejumlah kota lain seperti Bandung, Semarang, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya dengan target menjangkau sekitar 4.000 peserta.
Dalam pelaksanaan di Bandung, para mitra pengemudi memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan yang cukup lengkap. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi fisik, tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan mata, gigi, dan telinga.
Selain itu, peserta yang memiliki faktor risiko tertentu juga mendapatkan layanan tambahan seperti pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), pemeriksaan SADANIS bagi perempuan, konsultasi dokter, hingga pemberian obat untuk penanganan diabetes dan hipertensi.
Kementerian Kesehatan juga memastikan tindak lanjut hasil pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi. Mitra pengemudi yang membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sesuai dengan kepesertaan BPJS Kesehatan mereka.
Peserta dengan kategori kondisi sehat atau risiko rendah diberikan edukasi mengenai pola hidup sehat. Sementara peserta dengan kategori risiko sedang dan tinggi langsung memperoleh penanganan medis tanpa biaya.
VP Public Policy & Government Relation GoTo Group, Rangga D. Fadillah, mengatakan bahwa kesehatan mitra pengemudi menjadi perhatian utama perusahaan karena mereka merupakan bagian penting dari ekosistem Gojek sekaligus berada di garis depan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, para pengemudi setiap hari bekerja menghadapi berbagai kondisi cuaca dan kepadatan lalu lintas demi memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kesehatan menjadi faktor utama yang harus dijaga.
Rangga menambahkan bahwa pengemudi yang sehat akan lebih fokus saat bekerja. Dengan adanya deteksi dini melalui program CKG, risiko gangguan kesehatan mendadak saat berkendara dapat diminimalkan sehingga keselamatan pengemudi, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya dapat lebih terjamin.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan program Cek Kesehatan Gratis mampu menjangkau sekitar 130 juta masyarakat Indonesia sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan preventif di Tanah Air.




