Kemendikdasmen Matangkan Persiapan Delegasi Indonesia untuk IESO 2026 di Italia
Yogyakarta, 16 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) kembali menggelar Pembinaan Tahap II International Earth Science Olympiad (IESO) 2026 sebagai bagian dari persiapan delegasi Indonesia menuju kompetisi internasional di Turin, Italia. Kegiatan pembinaan berlangsung secara tatap muka pada 3–11 Mei 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Program ini diikuti oleh para siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kebumian tingkat SMA/MA/SMK/MAK/sederajat tahun 2025. Sebelumnya, para peserta telah menjalani Pembinaan Tahap I pada November 2025. Dari tahapan tersebut, terpilih 16 siswa yang berhak melanjutkan ke tahap pembinaan berikutnya.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan harapannya agar seluruh peserta dapat memanfaatkan proses pembinaan ini secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan akademik sekaligus membangun jejaring antarpeserta.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus mengembangkan kompetensi di bidang ilmu kebumian sebagai bekal menghadapi kompetisi internasional.
Adapun 16 peserta yang mengikuti Pembinaan Tahap II IESO 2026 berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu Marvell Collin Celeste dari SMAS Kristen Immanuel Kalimantan Barat, M. Arifin Ilham dari MAN Insan Cendekia Padang Pariaman, Christluther Laurencius Edison dari SMAS 1 Kristen BPK Penabur Jakarta, hingga Billy Adnan Khalifah dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta.
Selama pembinaan, peserta mendapatkan materi secara intensif melalui berbagai metode pembelajaran, mulai dari kelas teori, praktikum laboratorium, hingga praktik lapangan. Materi yang dipelajari mencakup berbagai disiplin ilmu kebumian seperti geologi, meteorologi, oseanografi, geofisika, astronomi, geomorfologi, serta kegiatan fieldtrip untuk pengamatan langsung di lapangan.
Koordinator Pembina IESO 2026 dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Donatus Hendra Amijaya, menjelaskan bahwa seluruh peserta menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, setiap siswa juga menjalani serangkaian evaluasi sebagai bagian dari proses seleksi menuju Pembinaan Tahap III sekaligus penentuan delegasi resmi Indonesia untuk IESO 2026.
Salah satu peserta, Yuri Iltsar Budiman dari SMA Negeri 1 Tambun Selatan, mengaku bangga dapat mencapai tahap pembinaan ini. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya memperdalam pemahaman tentang ilmu kebumian, tetapi juga melatih ketekunan, usaha, dan semangat dalam menghadapi proses seleksi yang kompetitif.
Hal serupa disampaikan Qitara Zeta Arsylla dari SMA Negeri 8 Jakarta. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di lapangan dan kesempatan berdiskusi dengan para pembina menjadi bagian yang paling berkesan selama pembinaan berlangsung. Ia merasa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai informasi, International Earth Science Olympiad (IESO) merupakan ajang olimpiade internasional bagi siswa sekolah menengah di bidang ilmu kebumian. Kompetisi ini mencakup berbagai cabang keilmuan, seperti geologi dan geofisika pada aspek geosfer, hidrologi dan oseanografi pada hidrosfer, meteorologi dan klimatologi pada atmosfer, hingga ilmu keplanetan.
Melalui pembinaan berjenjang ini, Kemendikdasmen berharap dapat menyiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bersaing dan mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.





