Pendidikan

Demi Keselamatan Siswa, SDN 10 Linge Akan Dipindahkan ke Lokasi yang Lebih Aman

Jakarta, 29 Mei 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi upaya pemulihan sarana pendidikan yang terdampak bencana banjir di berbagai wilayah Sumatra, termasuk di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara optimal dan para peserta didik memperoleh lingkungan belajar yang aman.

Berdasarkan hasil kajian teknis dan mitigasi kebencanaan, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan berat diketahui berada di kawasan rawan banjir atau zona merah. Kondisi tersebut membuat pembangunan kembali sekolah di lokasi semula tidak memungkinkan dilakukan karena berisiko terhadap keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Salah satu sekolah yang menghadapi kondisi tersebut adalah SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah. Sekolah yang terdampak banjir parah itu direncanakan untuk direlokasi ke lokasi baru yang lebih aman. Namun, proses pembangunan kembali masih menunggu ketersediaan lahan pengganti yang memenuhi persyaratan keamanan serta memiliki status hukum yang jelas dan bebas sengketa.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi guna mempercepat pencarian lahan yang layak sebagai lokasi pembangunan sekolah baru.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah, menjelaskan bahwa persoalan lahan menjadi faktor utama yang menyebabkan pembangunan belum dapat dimulai.

“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah. Namun demikian, kami dari Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk segera mencari lokasi yang sesuai agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Salimsyah, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Ia berharap proses penentuan lokasi baru dapat segera tuntas sehingga para siswa SDN 10 Linge dapat kembali belajar di fasilitas pendidikan yang permanen, aman, dan nyaman.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar terhadap pemenuhan sarana pendidikan di daerah. Harapan kami, seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SDN 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Dukungan serupa juga disampaikan Kepala SDN 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim. Ia mengajak masyarakat untuk mendukung proses relokasi yang sedang berlangsung dan bersabar menunggu pembangunan sekolah baru demi keselamatan peserta didik.

Menurutnya, pemindahan sekolah merupakan langkah yang penting agar kegiatan belajar mengajar ke depan dapat berlangsung tanpa dibayangi risiko bencana yang sama.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge,” ungkap Nurdinsyah.

Sebelumnya, pada masa tanggap darurat pascabanjir, Kemendikdasmen telah memberikan bantuan pendidikan kepada sekolah tersebut. Bantuan yang disalurkan meliputi paket perlengkapan belajar bagi siswa untuk menggantikan peralatan sekolah yang hilang atau rusak akibat banjir, serta penyediaan tenda darurat guna mendukung keberlangsungan kegiatan pendidikan sementara.

Melalui upaya relokasi ini, pemerintah berharap SDN 10 Linge dapat segera memiliki lingkungan belajar yang lebih aman dan berkelanjutan, sehingga para siswa dapat kembali menempuh pendidikan dengan tenang tanpa khawatir terhadap ancaman bencana di masa mendatang

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button