Pendidikan

Indonesia Raih Tiga Perak dan Satu Perunggu pada IChO 2026, Bukti Konsistensi Pembinaan Talenta Sains

RuangVeritas.com – Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan pelajar Indonesia di ajang sains tingkat dunia. Delegasi Indonesia yang dibina Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) sukses membawa pulang tiga medali perak dan satu medali perunggu pada The 58th International Chemistry Olympiad (IChO) 2026 yang berlangsung di Tashkent, Uzbekistan.

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi atas kerja keras para peserta yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kompetisi bergengsi tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh Kemendikdasmen dalam menyiapkan talenta-talenta terbaik di bidang sains.

“Selamat kepada adik-adik yang meraih tiga medali perak dan satu medali perunggu pada ajang IChO. Raihan prestasi ini merupakan hasil dari proses pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh Kemendikdasmen,” ujarnya.

Tiga medali perak diraih oleh Renault Tjandera dari SMAS Santa Laurensia, Banten; Muhammad Arya Razan dari MAN Insan Cendekia Serpong, Banten; serta Aloysius Gonzaga Duta Setyawan dari SMA Kesatuan Bangsa, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sementara itu, Ahmad Kautsar Al Ramadhani dari MAN 2 Kota Malang, Jawa Timur, menyumbangkan satu medali perunggu bagi Indonesia.

Sesampainya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (20/7), Muhammad Arya Razan mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Peraih medali perak itu menuturkan bahwa keberhasilannya merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN), dilanjutkan dengan pembinaan intensif yang mencakup penguatan teori dan praktikum sebelum akhirnya dipercaya mewakili Indonesia di Uzbekistan. Ia pun mengajak generasi muda untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan tidak ragu mengejar prestasi.

Head Mentor Tim IChO Indonesia 2026, Deana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa hasil yang diraih tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Indonesia menempati peringkat ke-28 dari sekitar 95 negara peserta dengan koleksi tiga medali perak dan satu medali perunggu. Capaian tersebut melampaui hasil tahun lalu yang menghasilkan dua medali perak dan dua medali perunggu. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi bekal positif dalam mempersiapkan tim Indonesia menghadapi IChO 2027 yang akan digelar di Taiwan.

Keberhasilan para peserta juga merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari sekolah, mentor, hingga keluarga yang terus memberikan dukungan selama proses pembinaan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Guru Kimia MAN Insan Cendekia Serpong, Sartini Subaryatun, mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih Arya tidak datang secara instan. Ia menjelaskan bahwa Arya telah menapaki berbagai kompetisi sejak jenjang SMP, kemudian terus mengembangkan kemampuannya selama menempuh pendidikan di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional dan lolos ke pemusatan latihan nasional.

“Perjuangannya cukup panjang. Arya sudah mengikuti berbagai kompetisi sejak SMP, kemudian menekuni bidang kimia di MAN Insan Cendekia Serpong hingga berhasil meraih medali emas OSN dan lolos pembinaan nasional. Kami sangat bangga melihatnya mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi adik-adik kelas untuk mengikuti jejaknya,” ujar Sartini.

Kebanggaan serupa juga disampaikan ayah Muhammad Arya Razan, Syaiful Rochman. Ia mengaku bersyukur karena putranya mampu membawa nama Indonesia ke panggung internasional dan meraih prestasi yang membanggakan.

“Kami sebagai orang tua selalu mendukung dan mendoakan yang terbaik. Alhamdulillah, perjuangan Arya membuahkan hasil. Saya sangat bangga karena ia telah mewakili Indonesia dan mengharumkan nama bangsa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen melalui Puspresnas, para pembina, dan sekolah yang telah mendampingi seluruh proses pembinaan hingga kompetisi internasional,” tuturnya.

Prestasi yang diraih pada IChO 2026 diharapkan dapat memotivasi lebih banyak pelajar Indonesia untuk mendalami ilmu kimia dan bidang sains lainnya. Kemendikdasmen melalui Puspresnas berkomitmen melanjutkan pembinaan talenta secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda Indonesia mampu mencatatkan prestasi di berbagai kompetisi internasional dan mengharumkan nama bangsa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button