Kemendikdasmen Apresiasi Komitmen Pemda Rembang Hadirkan Beasiswa guna Pemerataan Pendidikan Bermutu
Rembang, RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rembang atas komitmennya memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa yang telah membantu ratusan mahasiswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Program tersebut dinilai menjadi salah satu contoh nyata kolaborasi daerah dalam mendukung pemerataan pendidikan yang berkualitas.
Apresiasi tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak peringatan Anniversary Forum Anak Beasiswa Rembang (FABS) ke-IX di Pendopo Museum R.A. Kartini, Rembang, Sabtu (4/7). Suasana acara berlangsung meriah dengan kehadiran ratusan mahasiswa penerima beasiswa yang berkumpul untuk berbagi pengalaman sekaligus merayakan perjalanan pendidikan mereka.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengatakan bahwa program beasiswa memiliki arti yang jauh lebih besar dibanding sekadar bantuan pembiayaan pendidikan. Menurutnya, kesempatan memperoleh beasiswa mampu mengubah perjalanan hidup seseorang, sebagaimana yang pernah ia alami.
“Saya mungkin salah satu dari sekian banyak anak Indonesia yang hidupnya dari beasiswa ke beasiswa. Karena itu saya merasakan betul apa makna dukungan pemerintah terhadap anak-anak yang ingin meraih cita-cita melalui pendidikan,” ujarnya.
Ia menilai keberlangsungan Forum Anak Beasiswa Rembang merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia. Program tersebut juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perluasan akses pendidikan bermutu sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun wilayah asal peserta didik.
Menurut Abdul Mu’ti, Forum Anak Beasiswa Rembang tidak hanya menjadi wadah berkumpul bagi para penerima manfaat, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kompetensi, rasa percaya diri, serta semangat untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, terus memperkuat pemerataan kesempatan belajar melalui berbagai kebijakan afirmatif, seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Unggul Garuda, Garuda Transformasi, hingga Sekolah Nasional Terintegrasi. Beragam program tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan.
Ia pun mengajak para mahasiswa agar tidak merasa rendah diri meskipun berasal dari keluarga sederhana atau daerah yang jauh dari pusat perkotaan. Menurutnya, keberhasilan ditentukan oleh kemauan belajar dan kerja keras, bukan oleh latar belakang ekonomi.
Selain memperluas akses pendidikan, Abdul Mu’ti juga mendorong pemerintah daerah terus mengembangkan program beasiswa yang disesuaikan dengan potensi unggulan masing-masing wilayah. Di Kabupaten Rembang, misalnya, pengembangan pendidikan vokasi berbasis sektor kelautan dinilai berpotensi mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja sekaligus mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Penguasaan teknologi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan penguatan etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Kita harus menguasai teknologi digital karena itu kebutuhan masa depan. Namun yang tidak kalah penting adalah menjaga keadaban digital. Teknologi harus membuat kita semakin beradab, bukan kehilangan nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina Forum Anak Beasiswa Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro, menyampaikan bahwa sejak dibentuk pada 2017, program tersebut telah membantu 494 mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi. Dari jumlah tersebut, 389 mahasiswa diterima di perguruan tinggi negeri, sedangkan 105 lainnya melanjutkan studi di perguruan tinggi swasta yang berada di Kabupaten Rembang.
Menurut Hanies, Forum Anak Beasiswa Rembang harus terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap para penerima beasiswa dapat tumbuh menjadi generasi yang kelak berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Keberhasilan program beasiswa di Kabupaten Rembang menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia pendidikan mampu memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda. Kolaborasi tersebut menjadi contoh praktik baik dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bermutu sekaligus membuka jalan bagi lebih banyak anak Indonesia untuk meraih cita-cita melalui pendidikan tinggi.





