Kata VeritasKolom

Kenapa Allah menyebut diri-Nya menggunakan kata “Kami” dan “Aku” di Al-Quran? Apa maknanya?

RuangVeritas.com – Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan Al-Quran sebagai pedoman dan petunjuk bagi seluruh umat manusia di dunia tanpa terkecuali, Allah juga menyebut Al-Qur’an sebagai obat/penenang bagi orang-orang yang beriman (Surat Al-Isra ayat: 82). Di dalamnya Allah Subhanahu Wata’ala banyak menggunakan kisah orang-orang terdahulu sebagai contoh dan pelajaran bagi umat manusia di masa sekarang dan masa yang akan datang. Tapi, tahukah kamu kenapa di dalam Al-Qur’an Allah memilih menggunakan kata “Kami” untuk menyebut diri-Nya dan sekaligus juga “Aku” untuk menyebut dzatnya, Apa maknanya?.

Makna Allah menyebut diri nya “Kami” di Al-Quran

Tuhan kita Allah Subhanahu Wata’ala itu Maha Esa (tunggal), tapi kenapa Allah menggunakan  kata “Kami” yang jamak di dalam Al-Qur’an untuk menyebut dirinya contoh “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an…” . Apakah ini artinya Tuhan kita lebih dari satu? Maha suci Allah dari anggapan buruk tersebut. tentu saja Allah itu Maha Esa tiada tuhan selain Allah, ini justru menunjukkan bahwa bahasa Al-Qur’an itu menyimpan banyak pesan dan makna yang luar biasa di dalamnya.

Menurut para ulama tafsir kata “Kami” (نَحْنُ – Nahnu atau dalam bentuk akhiran -na) yang digunakan oleh Allah dalam Al-Qur’an bermakna sebagai bentuk keagungan, kebesaran, kemuliaan, dan kekuasaan Allah (Khithab Al-Azhamah), dan bukan menunjukkan bahwa Tuhan itu jamak atau lebih dari satu. Dalam tradisi bahasa Arab kata “Kami” sering digunakan untuk menunjukkan keagungan, wibawa, kekuasaan mutlak. Jadi Ketika Allah menggunakan kata “Kami” itu adalah untuk menunjukkan bahwa Allah memiliki hak preogatif-Nya sebagai Pencipta alam semesta dan menegaskan kebesaran-Nya.

Para ulama ahli tafsir juga menjelaskan bahwa ayat yang menggunakan kata “Kami” sering kali berkaitan dengan proses penciptaan, penurunan wahyu, atau pengaturan alam semesta yang melibatkan peran malaikat sebagai perantara atas perintah Allah.

Contoh pada QS. Al-Hijr ayat 9 “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan pasti Kami pula yang memeliharanya.”  Dalam ayat tersebut kata “Kami” memiliki makna adanya peran malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW atas perintah Allah. 

Sehingga penggunaan kata “Kami” berdasarkan tafsir para ulama di atas, menunjukkan bahwa Allah ingin memperlihatkan keagungan dan kebesarannya sebagai pencipta alam semesta dan juga menunjukkan pada proses penciptaan, penurunan wahyu, atau pengaturan alam semesta Allah melibatkan para malaikat sebagai perantara atas perintahnya.

Makna Allah menyebut diri Nya “Aku” di Al-Quran

Ketika Allah Subhanahu Wata’ala berbicara tentang IBADAH, TAUHID dan DOA, Allah mengganti kata “Kami” dan menyingkirkan peran malaikat. Allah Subhanahu Wata’ala menggantinya dengan “Aku” Contohnya Allah berfirman dalam QS. Thaha: 14 “Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku…” contoh lainnya dalam QS. Al-Baqarah: 186 “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku…”

Dari contoh kedua ayat di atas Allah Subhanahu Wata’ala ingin menunjukkan ke-Maha Esaa-Nya dengan sekaligus ingin menunjukkan bahwa Allah dekat dengan kita, bahkan spesifik di QS. Al-Baqarah: 186 pada ayat tersebut Allah benar-benar membuang “protokol-langit”. Biasanya ketika sahabat bertanya, Allah menurunkan ayat dengan awalan “Qul..” (katakanlah wahai Muhammad), mereka bertanya tentang ruh “Qul..”(katakanlah)

mereka bertanya tentang hari kiamat “Qul..” (katakanlah), namun pada Al – Baqarah: 186 tersebut Allah ingin lebih dekat dengan kita dengan menjawab Doa kita langsung, seolah Allah tidak ingin ada perantara sama sekali dengan kita bahkan Rasulullah sekalipun, Allah ingin lebih dekat dengan hamba-Nya saat berdoa, ayat tersebut menujukan betapa Eksklusif hamba-Nya yang berdoa, karena itu masih kah kita ragu untuk berdoa atau merasa Allah terlalu jauh untuk mendengar kita?.

Kesimpulan :

Secara akidah, pergantian (iltifat) antara kata “Kami” dan “Aku” di dalam Al-Qur’an tidak pernah menunjukkan bahwa Tuhan itu jamak secara jumlah. Saat Allah Subhanahu Wata’ala yang Maha Besar ingin menunjukkan keagungan-Nya sebagai pencipta seluruh alam semesta, Allah menggunakan kata “Kami”. Tapi, ketika Allah ingin menunjukkan bahwa Ialah yang Maha Esa dan juga dekat dengan kita, Allah menggunakan kata “Aku” untuk menghilangkan pembatas/perantara antara Hamba dengan Tuhan-Nya.

Allah menggunakan kata “Kami” agar kita mengagungkan-Nya dan menggunakan kata “Aku” agar kita tidak ragu untuk bersandar hanya kepada-Nya.

Penulis : Faham

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button