Pendidikan

Pendidikan Pascabencana Sumatra: 3.132 Sekolah Sudah Dibangun, Rp5,6 T Disalurkan

RuangVeritas.com – Upaya pemulihan layanan pendidikan akibat bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus mengalami kemajuan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaksanakan proses pemulihan dengan mengacu pada penyesuaian Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua sekaligus memperkuat kontribusi sektor pendidikan dalam mendukung Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan data hingga September 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa seluruh 4.922 sekolah yang terdampak bencana di tiga provinsi tersebut telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran. Sebanyak 4.821 sekolah telah kembali menggunakan bangunan sekolah masing-masing, sementara 99 sekolah masih menjalankan pembelajaran di Ruang Kelas Darurat (RKD) dan dua sekolah sementara menumpang di sekolah lain.

“Secara keseluruhan total dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra saat ini mencapai Rp5,6 triliun. Dari jumlah tersebut porsi terbesar kami salurkan untuk bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan total anggaran Rp3,03 triliun,” ujar Mendikdasmen di Jakarta, Rabu (23/9).

Mengenai perkembangan program revitalisasi, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa 3.132 sekolah telah menyelesaikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan total nilai bantuan mencapai Rp3,03 triliun. Hingga kini, dana yang sudah disalurkan ke rekening sekolah tercatat sebesar Rp2,63 triliun.

Penyaluran tahap pertama sebesar 70 persen telah diselesaikan bagi seluruh sekolah penerima bantuan. Adapun dana tahap kedua sebesar 30 persen diberikan setelah pembangunan fisik mencapai sedikitnya 50 persen. Saat ini, sebanyak 1.267 sekolah dengan total bantuan Rp400,5 miliar masih berada dalam tahap proses pencairan dana tahap kedua.

Dalam perkembangan pembangunan fisik, tercatat 562 sekolah telah menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen. Sebanyak 1.954 sekolah telah mencapai kemajuan pembangunan lebih dari 50 persen, sedangkan 616 sekolah lainnya masih menuju capaian 50 persen.

Mendikdasmen juga menyampaikan perkembangan rencana relokasi sekolah yang terdampak bencana. Sebanyak 97 sekolah telah diusulkan untuk dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman. Dari jumlah tersebut, 34 sekolah telah memasuki tahap pembangunan, sedangkan 63 sekolah lainnya masih menunggu kepastian serta legalitas lahan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi berbagai langkah dan capaian Kemendikdasmen dalam memulihkan layanan pendidikan setelah bencana di Sumatra. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pemerintah pusat terus bekerja dan berkoordinasi untuk memastikan masyarakat memperoleh manfaat langsung dari proses pemulihan.

Dukungan bagi Warga Sekolah dan Pemenuhan Sarana Pembelajaran

Pemulihan yang dilakukan Kemendikdasmen tidak hanya mencakup pembangunan kembali fasilitas sekolah, tetapi juga pemberian dukungan kepada guru, tenaga kependidikan, dan murid serta pemenuhan berbagai kebutuhan pembelajaran.

Untuk guru dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan sebesar Rp315,08 miliar kepada 52.513 penerima manfaat. Selain itu, program pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pendampingan psikososial telah disiapkan dengan sasaran 90.962 guru dan dukungan anggaran sebesar Rp123 miliar.

Dukungan juga diberikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) kepada lebih dari 1,5 juta murid yang berada di 53 kabupaten/kota terdampak bencana. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1,16 triliun dan akan disalurkan secara bertahap ke rekening para murid untuk mendukung kebutuhan pendidikan mereka.

Dalam pemenuhan sarana pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyiapkan anggaran Rp688,8 miliar. Bantuan tersebut mencakup 206.317 paket mebel, perlengkapan sekolah bagi 260.358 murid, 733 paket alat permainan edukatif, 1.919 paket peralatan olahraga, 515 paket peralatan laboratorium komputer, 259 paket laboratorium IPA, 134 unit Ruang Kelas Darurat, serta 2,09 juta eksemplar buku pembelajaran.

Sementara untuk pendidikan vokasi, bantuan peralatan praktik dengan nilai Rp418,5 miliar telah disepakati melalui PKS untuk 131 SMK. Kemendikdasmen juga telah menyalurkan bantuan kepada 71 lembaga kursus dan pelatihan dengan nilai Rp4,18 miliar yang saat ini memasuki tahap pembelanjaan oleh masing-masing lembaga. Di samping itu, bantuan biaya operasional pemulihan bagi 822 sekolah senilai Rp17,97 miliar telah disalurkan pada Mei hingga Juni 2026.

Untuk memastikan proses pemulihan terus berjalan secara berkelanjutan, Kemendikdasmen menyiapkan lima langkah lanjutan. Pertama, memberikan pendampingan secara intensif kepada 616 sekolah yang masih menjalani proses revitalisasi sekaligus mempercepat pencairan dana tahap kedua.

Kedua, mempercepat proses relokasi sekolah melalui koordinasi bersama pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kesiapan dan kejelasan status hukum lahan. Ketiga, memperkuat pengawasan terhadap distribusi buku, sarana, dan peralatan agar penyalurannya berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Keempat, Kemendikdasmen akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait dalam menyediakan akses yang aman menuju sekolah. Kelima, pembangunan sekolah yang lebih aman akan diperkuat melalui pengembangan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemulihan layanan pendidikan di Sumatra membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui semangat gotong royong dan partisipasi bersama. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong terwujudnya pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, dan tangguh, sekaligus mendukung masa depan murid sebagai generasi Indonesia Emas 2045.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button