Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Dorong Kota Terhubung, Bersih, dan Ramah Warga
Jakarta, RuangVeritas.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai agenda dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Serangkaian kegiatan yang berlangsung pada 21 hingga 22 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat infrastruktur perkotaan, meningkatkan kualitas ruang publik, serta mendukung Jakarta sebagai kota global yang modern dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (21/6) melalui peresmian penataan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said yang berlangsung pukul 07.00–08.00 WIB di Halte Setiabudi Integritas. Dalam kesempatan tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga memperkenalkan nama baru Halte Transjakarta Setiabudi sebagai Halte Setiabudi Integritas.
Perubahan nama halte ini merupakan hasil kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penamaan tersebut diharapkan menjadi simbol penguatan nilai integritas dan budaya antikorupsi yang hadir di tengah ruang publik.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah yang digelar di kawasan sisi barat Monumen Nasional (Monas) pada pukul 08.00–09.00 WIB. Program ini menjadi upaya untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Pada hari yang sama, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–10.00 WIB di sekitar Patung Jenderal Sudirman tersebut menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kawasan Dukuh Atas sebagai pusat transit yang terhubung dengan berbagai moda transportasi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat untuk ikut merasakan perubahan wajah Jakarta melalui berbagai pembangunan yang telah dilakukan.
“Saya mengajak warga menikmati berbagai pembaruan yang hadir di Jakarta. Mulai dari kawasan Rasuna Said yang semakin tertata, gerakan memilah sampah melalui Jaga Jakarta, pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, hingga kemudahan akses menuju kawasan JIS–Ancol. Kota yang maju membutuhkan peran pemerintah sekaligus partisipasi seluruh masyarakat,” ujar Pramono.
Memasuki puncak peringatan HUT ke-499 Jakarta pada Senin (22/6), Pemprov DKI Jakarta akan meresmikan kawasan JIS–Ancol di Jakarta Utara. Peresmian tersebut mencakup pengoperasian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Gerbang JIS–Ancol, serta aktivasi dan uji coba Stasiun KRL Jakarta International Stadium (JIS).
Kehadiran berbagai fasilitas tersebut diharapkan mampu memperluas akses transportasi masyarakat sekaligus memperkuat kawasan JIS–Ancol sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga, hiburan, dan aktivitas publik berkelas internasional.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta sekaligus Ketua Panitia HUT ke-499 Kota Jakarta, Suharini Eliawati, mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda perayaan, tetapi juga menjadi gambaran nyata dari pembangunan yang sedang berjalan di Jakarta.
“Peringatan HUT ke-499 Jakarta menjadi kesempatan untuk memperlihatkan berbagai transformasi yang terus dilakukan. Penataan kota, kepedulian terhadap lingkungan, dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi merupakan bagian dari upaya menghadirkan Jakarta yang nyaman, maju, dan mampu bersaing di tingkat global,” ujar Suharini di Jakarta, Sabtu (20/6).
Perayaan HUT Jakarta tidak berhenti pada rangkaian kegiatan tersebut. Berbagai acara masyarakat, festival, dan hiburan akan kembali digelar pada 27–28 Juni 2026 sebagai bagian dari kemeriahan hari jadi ibu kota.
Suharini menambahkan, menjelang usia lima abad, Jakarta membutuhkan semangat kolaborasi dari seluruh elemen, baik pemerintah, sektor usaha, maupun masyarakat.
“Momentum menuju usia ke-500 tahun harus menjadi pengingat bahwa Jakarta terus berkembang dan melakukan pembenahan. Kami mengajak seluruh warga menjaga lingkungan, ketertiban, serta ikut mendukung pembangunan yang sedang berlangsung. Bersama-sama, Jakarta dapat menjadi kota global yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.





