Dua Dekade Menanti, Mimpi SMA Swasta Afore Susua Miliki Sekolah Layak Terwujud melalui Revitalisasi
RuangVeritas.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya memastikan sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) memperoleh dukungan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang dilaksanakan di SMA Swasta Afore Susua, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi pada 2026 diprioritaskan bagi satuan pendidikan yang membutuhkan dukungan, terutama sekolah di wilayah 3T, sekolah dengan kerusakan fisik berat, serta satuan pendidikan yang terdampak bencana.
“Kami ingin memastikan anak-anak di mana pun mereka berada tetap mendapatkan tempat belajar yang layak. Karena itu, revitalisasi tahun ini diarahkan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T, sekolah dengan kondisi fisik rusak berat, dan sekolah yang terdampak bencana,” ujar Mendikdasmen.
Di Kabupaten Nias Selatan, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 mencakup 106 satuan pendidikan dengan total anggaran bantuan sekitar Rp118,7 miliar. Rinciannya meliputi 30 PAUD dengan nilai bantuan Rp16,3 miliar, 46 SD sebesar Rp54,6 miliar, 18 SMP senilai Rp34,7 miliar, 6 SMA sebesar Rp7,8 miliar, serta 6 SMK dengan bantuan Rp5,3 miliar.
Revitalisasi SMA Swasta Afore Susua
SMA Swasta Afore Susua menjadi salah satu sekolah yang menerima dukungan melalui program tersebut. Pada 2026, sekolah yang terletak di Kecamatan Susua itu memperoleh dana revitalisasi sebesar Rp1.103.448.000. Anggaran tersebut digunakan untuk merehabilitasi tujuh ruang kelas atau ruang serbaguna berikut perabotnya. Hingga kini, pengerjaan revitalisasi telah mencapai 72 persen.
Kepala SMA Swasta Afore Susua, Esti Jefriani Giawa, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia menjelaskan bahwa SMA Swasta Afore Susua merupakan sekolah pertama yang berdiri di Kecamatan Susua pada 2006.
Sekolah tersebut didirikan oleh yayasan sebagai bentuk kepedulian terhadap keterbatasan akses pendidikan jenjang SMA yang masih dihadapi anak-anak di wilayah tersebut.
“Dengan bangunan seadanya dan fasilitas alakadarnya, sekolah ini dibangun dengan tujuan membantu putra-putri daerah Kecamatan Susua mendapatkan pendidikan yang layak dan tidak tertinggal oleh perkembangan zaman,” ujar Esti.
Selama hampir 20 tahun berdiri, SMA Swasta Afore Susua telah meluluskan hampir 2.000 alumni yang kemudian berkontribusi di tengah masyarakat. Namun, sebelum memperoleh revitalisasi, kondisi sejumlah ruang kelas di sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Kebocoran pada atap, kerusakan plafon, serta kondisi lantai, jendela, dan pintu yang sudah rusak menjadi bagian dari permasalahan yang dihadapi sekolah.
Esti menuturkan, perubahan kondisi sekolah mulai terlihat setelah revitalisasi dilaksanakan. Ruang-ruang belajar yang sebelumnya mengalami berbagai kerusakan kini perlahan menjadi lebih kokoh, rapi, dan nyaman untuk digunakan.
Meski proses pembangunan belum selesai seluruhnya, guru dan murid sudah antusias menantikan selesainya pekerjaan agar dapat segera menggunakan ruang kelas yang telah direhabilitasi.
“Mimpi kami untuk bisa mendapatkan bangunan yang layak dan fasilitas yang layak telah terwujud pada tahun 2026 ini atas program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami. Saya mewakili civitas akademika, para guru, tenaga kependidikan, seluruh siswa-siswi, serta orang tua murid mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan program revitalisasi yang telah diberikan di sekolah kami,” ungkapnya.





