Jakarta Dapat Penghargaan Kota yang Mendengar, Hampir Seluruh Aspirasi Warga Berhasil Ditangani
Jakarta, RuangVeritas.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan sebagai Daerah Terbaik dalam Membangun Tata Kelola Pemerintahan yang Mendengar pada ajang Cita Loka Festival 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menjadikan suara masyarakat sebagai salah satu dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
Melalui Sistem Cepat Respons Masyarakat (CRM), Pemprov DKI Jakarta mencatat penyelesaian sebanyak 299.410 laporan dari total 305.658 aduan warga yang diterima selama periode Januari 2025 hingga Mei 2026. Capaian tersebut setara dengan tingkat penyelesaian mencapai 98 persen.
Ratusan ribu laporan itu berasal dari 71.112 warga yang menyampaikan berbagai aspirasi melalui sejumlah kanal pengaduan resmi. Permasalahan yang disampaikan masyarakat mencakup layanan publik, sarana prasarana perkotaan, ketertiban lingkungan, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang hadir menerima penghargaan tersebut menyampaikan bahwa keberhasilan membangun kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam memahami kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Jakarta dapat berkembang menjadi kota yang maju, aman, dan nyaman apabila pemerintah mampu membuka ruang komunikasi dengan warga.
“Jakarta kalau ingin menjadi lebih baik, maju, nyaman, dan aman, kuncinya bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat. Pembangunan bukan hanya soal membangun secara fisik,” kata Pramono.
Pemprov DKI Jakarta pun terus mengembangkan konsep collaborative city making, yaitu pola pembangunan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, kebijakan yang dibuat diharapkan lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Pramono menilai keterbukaan terhadap kritik dan masukan menjadi faktor penting dalam mengelola Jakarta yang memiliki dinamika sangat tinggi. Ia mengatakan berbagai aspirasi warga, termasuk yang muncul melalui media sosial, menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan langkah perbaikan.
Berbagai laporan masyarakat tersebut digunakan sebagai bahan evaluasi untuk menangani persoalan kota, seperti kerusakan fasilitas publik, pencurian komponen infrastruktur, gangguan layanan, hingga kejadian darurat lainnya.
“Saya bersyukur dapat merespons berbagai masukan dengan cepat. Mendengar masyarakat menjadi hal utama dalam upaya membangun Jakarta,” ujarnya.
Selain memperkuat sistem pengaduan dan pelayanan publik, Pemprov DKI Jakarta juga terus menjalankan program pembangunan yang sebelumnya belum terselesaikan sekaligus menghadirkan sejumlah inovasi baru. Upaya tersebut menjadi bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global yang inklusif, aman, nyaman, serta memiliki pelayanan publik yang semakin responsif.
Pramono turut memberikan apresiasi kepada Tribun Network yang menghadirkan Cita Loka Festival sebagai wadah pertemuan antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fondasi penting agar pembangunan daerah berlangsung transparan dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.





