Keterampilan Spa Buka Jalan Fifayu Zuhara dan Ribuan Alumni PKK ke Dunia Kerja Global
RuangVeritas.com – Bagi Fifayu Zuhara Malelestari, mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) bukan sekadar untuk menyelesaikan pelatihan. Keterampilan spa yang diperolehnya di LKP Puspita Martha International Beauty School kini menjadi modal untuk mengejar cita-citanya bekerja sebagai terapis spa di Turki. Fifayu merupakan salah satu peserta PKK Spa Terapis yang tengah menjalani proses penempatan kerja di luar negeri.
Fifayu berharap pelatihan yang dijalaninya dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperkaya keterampilannya. Keinginan bekerja di Turki juga menjadi bagian dari impiannya karena ia ingin memperoleh pengalaman internasional, mengenal budaya baru, serta mempelajari bahasa asing. Ia berencana menjalani pengalaman kerja tersebut selama dua tahun.
Salah satu keterampilan yang paling dirasakan manfaatnya selama mengikuti pelatihan adalah teknik pijat. Menurut Fifayu, kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk menunjang profesinya sebagai terapis spa. Ia berharap dapat menyelesaikan pelatihan dengan kompetensi yang baik sebelum melanjutkan perjalanan kariernya di Turki.
Pengalaman serupa dirasakan Khana Sus Nurprasetyo, peserta lain yang merupakan lulusan SMK bidang kecantikan. Khana mengetahui informasi mengenai pelatihan PKK Spa Terapis di Puspita Martha melalui media sosial.
Bagi Khana, kemampuan massage atau wellness merupakan salah satu keterampilan yang memiliki prospek dalam industri spa. Ia menilai keterampilan tersebut tetap membutuhkan kemampuan manusia sehingga tidak mudah digantikan oleh teknologi. Karena itu, kesempatan mengikuti PKK dimanfaatkannya untuk memperkuat kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai budaya negara lain.
Khana berharap program serupa terus tersedia dan dapat menjangkau lebih banyak peserta. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan keterampilan, mengembangkan bakat, serta mendapatkan pengalaman yang lebih luas melalui peluang kerja di luar negeri.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, lulusan lembaga kursus dan pelatihan maupun SMK yang bekerja di luar negeri tidak hanya membawa kepentingan untuk meningkatkan taraf hidup pribadi. Mereka juga membawa nama Indonesia di negara tempat menjalankan pekerjaan.
Menurut Abdul Mu’ti, para lulusan yang bekerja di mancanegara menjalankan peran sebagai representasi Indonesia. Karena itu, keberadaan mereka di luar negeri diharapkan turut menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Abdul Mu’ti juga menilai lembaga kursus memiliki peran strategis dalam membuka akses pengembangan diri bagi masyarakat. Kesempatan tersebut, menurutnya, perlu diberikan kepada seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial.
Ia menegaskan bahwa setiap anak Indonesia perlu mendapatkan dukungan untuk mengembangkan potensi dan mewujudkan cita-citanya. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan bangsa.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa program pelatihan perlu memberikan bekal yang seimbang antara hard skills dan soft skills. Di samping itu, unsur human and personal touch tetap perlu dipertahankan dalam proses pendidikan dan pelatihan.
Menurutnya, pelatihan pada masa mendatang juga perlu memasukkan aspek entrepreneurship. Dengan demikian, peserta tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sebagai karyawan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.
Peluang tersebut menjadi bagian dari pelepasan 2.883 alumni Program PKK dari 20 LKP yang disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam kegiatan di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, Kamis (17/9).
Tatang menjelaskan, para alumni PKK yang bekerja di luar negeri tidak hanya membawa kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, tetapi juga turut membawa nama Indonesia di lingkungan kerja internasional. Para alumni tersebut ditempatkan di sejumlah negara, yakni Bulgaria sebanyak 1.831 orang, Jepang 692 orang, Turki 212 orang, dan Malaysia 76 orang.
Ia mendorong para alumni memanfaatkan pengalaman bekerja di luar negeri untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kompetensi. Pada saat yang sama, mereka diharapkan mampu menjaga citra positif Indonesia selama menjalankan tugas di negara tujuan.
Menurut Tatang, para alumni bekerja di berbagai bidang, antara lain industri manufaktur, garmen, spa dan estetika, perhotelan, serta sektor jasa pelayanan. Mereka tersebar di sejumlah negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa.
Keberangkatan para alumni tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa pendidikan nonformal di Indonesia dapat menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sekaligus mampu bersaing di lingkungan kerja global.
Sementara itu, Direktur LKP Puspita Martha International Beauty School, Wulan Maharani Tilaar, mengatakan lembaganya telah dipercaya untuk menyelenggarakan PKK Platinum sejak 2021. Program tersebut difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kecantikan dan spa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu berkompetisi di tingkat internasional.
Wulan menambahkan, kerja sama Puspita Martha dengan Kemendikdasmen tidak terbatas pada pelaksanaan Program PKK. Kemitraan juga mencakup program kredensial mikro bagi instruktur LKP dan guru SMK, serta pengembangan kurikulum dan bahan pembelajaran kursus keterampilan yang disusun berdasarkan kebutuhan industri.





