Pendidikan

Partisipasi Semesta, Jadikan Literasi sebagai Bekal Berkarya dan Meningkatkan Kualitas Hidup

RuangVeritas.com – Puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke-60 tingkat nasional diselenggarakan di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (24/9). Mengangkat tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa makna literasi telah berkembang jauh melampaui kemampuan membaca dan menulis.

Literasi kini mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, ekonomi, lingkungan, hingga teknologi. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menghadapi perkembangan zaman, perubahan sosial, serta berbagai tantangan yang terus berkembang.

Dalam sambutannya yang mewakili Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Direktur Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Informal (PNFI), I Gusti Made Ardana, menyampaikan bahwa perubahan yang berlangsung cepat di bidang sosial, ekonomi, lingkungan, dan teknologi membutuhkan pemahaman baru mengenai literasi.

Menurut Made, literasi tidak cukup dimaknai sebagai kemampuan baca tulis. Literasi juga mencakup kecakapan dalam memahami kondisi di sekitar, menyaring informasi, menggunakan teknologi secara tepat dan bijaksana, serta mengubah pengetahuan menjadi tindakan yang memberikan manfaat. Dengan pemahaman tersebut, literasi diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus membangun kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Made menekankan bahwa tema “Literasi untuk Sesama, Semesta, dan Sejahtera” perlu diwujudkan melalui berbagai tindakan nyata. Salah satunya dengan memastikan setiap orang memperoleh kesempatan untuk belajar, memahami lingkungan, serta mengembangkan pengetahuan dan kecakapan hidup yang dapat menjadi bekal untuk berkarya, bekerja, memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan kualitas kehidupan.

Pemerintah, lanjut Made, terus memperkuat gerakan literasi melalui sejumlah program prioritas. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran. Selain itu, penguatan tata kelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) juga menjadi bagian dari langkah pemerintah agar lembaga tersebut semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kemampuan literasi dan menangani anak tidak sekolah (ATS).

Cilacap dipandang bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya puncak HAI ke-60, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana literasi dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Keberagaman yang dimiliki Cilacap menjadi ruang pembelajaran untuk melihat literasi sebagai sarana mempererat persatuan, menjaga lingkungan, sekaligus membuka peluang menuju peningkatan kesejahteraan.

Made menyebutkan bahwa 75,09 persen penduduk Cilacap berusia lima tahun ke atas telah menggunakan internet. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan literasi tidak lagi semata-mata berkaitan dengan perluasan akses internet. Hal yang semakin penting adalah memperkuat kecakapan literasi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet secara aman, bijak, produktif, dan memberikan dampak terhadap kesejahteraan.

Sementara itu, mewakili Bupati Cilacap, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap Annisa Fabriana menyampaikan bahwa literasi merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, gerakan literasi tidak seharusnya berhenti pada pengembangan kemampuan individu, tetapi perlu menjadi gerakan bersama yang menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Karena itu, Annisa mendorong agar gerakan literasi semakin dekat dengan masyarakat dan dapat menjangkau seluruh kelompok usia serta berbagai wilayah, baik perkotaan maupun pedesaan.

Pemerintah Kabupaten Cilacap juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif melalui keterlibatan berbagai pihak. Annisa berharap momentum HAI ke-60 dapat semakin memperkuat gerakan literasi dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Puncak HAI 2026 berlangsung dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Rangkaian acara tersebut meliputi Talkshow Literasi dengan pembahasan sejumlah isu strategis terkait HAI, pameran, kegiatan edukatif, Jumpa Pegiat Literasi, serta pemberian Apresiasi Tokoh Inspiratif.

Peringatan HAI ke-60 juga melibatkan beragam unsur, mulai dari Pemerintah Kabupaten Cilacap, DPW Forum Komunikasi Pusat Belajar Masyarakat Provinsi Jawa Tengah, satuan pendidikan nonformal seperti PKBM dan SKB, Taman Bacaan Masyarakat (TBM), lembaga kursus, organisasi mitra, keluarga, komunitas, dunia usaha dan dunia industri, berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Cilacap, hingga para pegiat literasi.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat kolaborasi untuk membangun dan mengembangkan budaya literasi di tengah masyarakat. Melalui gerakan bersama, literasi diharapkan tidak hanya menjadi kemampuan dasar, tetapi juga menjadi kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kepedulian sosial dan lingkungan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button